Bagi calon peserta kerja ke Jepang, istilah JLPT, JFT, dan SSW sering terdengar membingungkan. Di halaman ini, kami jelaskan secara sederhana dan mudah dipahami tentang apa arti ketiganya dan fungsinya dalam proses kerja ke Jepang.
JLPT (Japanese Language Proficiency Test) adalah ujian resmi untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang seseorang secara umum.
Ujian ini digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pendidikan, kerja, dan administrasi resmi.
JLPT memiliki beberapa tingkatan kemampuan:
Untuk program kerja ke Jepang, umumnya peserta minimal memiliki JLPT N4.
JFT-Basic adalah ujian bahasa Jepang yang dirancang khusus untuk kebutuhan kerja.
Berbeda dengan JLPT yang bersifat umum, JFT menilai kemampuan bahasa Jepang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.
Contoh kemampuan yang diuji:
JFT-Basic sering dianggap setara dengan JLPT N4 untuk keperluan kerja.
Ketiga istilah ini sering membuat bingung calon peserta. Berikut penjelasan sederhana agar mudah dipahami.
Ujian bahasa Jepang umum yang menunjukkan tingkat kemampuan bahasa seseorang.
Ujian bahasa Jepang praktis yang fokus pada kesiapan bekerja di Jepang. Wajib diikuti jika peserta belum memiliki JLPT N4.
Ujian keterampilan kerja sesuai bidang pekerjaan, seperti kaigo, perhotelan, restoran, pertanian, dan lainnya.
| Ujian | Fungsi |
|---|---|
| JLPT | Bukti kemampuan bahasa Jepang berdasarkan level (N5โN1) |
| JFT-Basic | Bukti kemampuan bahasa Jepang untuk kebutuhan kerja (setara N4) |
| SSW | Bukti kemampuan keterampilan sesuai bidang pekerjaan |
Untuk dapat bekerja ke Jepang melalui program Tokutei Ginou, peserta wajib memenuhi dua syarat utama berikut:
1. Lulus Tes Bahasa Jepang
Peserta harus memiliki kemampuan bahasa Jepang dasar, dibuktikan
dengan JLPT minimal N4 atau
lulus JFT-Basic.
2. Lulus Ujian Keterampilan (SSW)
Peserta wajib lulus ujian keterampilan kerja sesuai dengan
bidang pekerjaan yang dipilih.
Contoh bidang SSW: kaigo, perhotelan, restoran, pertanian, manufaktur, dan lainnya.
Jika kedua syarat tersebut terpenuhi, peserta dapat melanjutkan proses kerja ke Jepang dengan visa Tokutei Ginou.
Selain mempersiapkan kemampuan bahasa dan keterampilan kerja, peserta juga perlu memahami perkiraan biaya ujian yang dibutuhkan dalam proses kerja ke Jepang.
Peserta tidak wajib mengikuti kedua ujian bahasa. Jika sudah memiliki JLPT N4, maka peserta tidak perlu mengikuti JFT-Basic.
Biaya ujian SSW berbeda-beda tergantung bidang pekerjaan yang dipilih.
Secara umum, kisaran biaya ujian SSW berada di antara Rp100.000 โ Rp780.000.
Perlu diketahui bahwa biaya ujian dapat berubah mengikuti kebijakan penyelenggara ujian dan lokasi tes.
Biaya di atas merupakan biaya resmi ujian yang ditetapkan oleh penyelenggara tes, bukan biaya yang ditentukan oleh LPK.
Jika kamu masih bingung harus mulai dari mana, tim LPK Kanzo Indonesia siap membantu memberikan penjelasan sesuai kondisi kamu.